Home         Contact Us         Sitemap

 

Nafisah Ahmad Zen Shahab Ibu Sepuluh Dokter
Rabu, 28 April, 2010

Nafisah Ahmad Zen Shahab Ibu Sepuluh Dokter

Orang tua mana yang tak bangga melihat anak-anaknya sukses.  Hal itu dirasakan Nafisah Ahmad Zen Shahab, ibu dengan 12 orang anak yang sukses.  Uniknya, sepuluh  diantaranya telah berhasil menjadi dokter dan dokter spesialisasi. Padahal, ibunda Nafisah dan suaminya, almarhum Alwi Idrus Shahab,  tidak memiliki latar belakang pendidikan kedokteran. "Kami cuma pedagang biasa," ujar nenek berusia 64 tahun yang kini sudah memiliki 30 cucu ini.

Dari sepuluh dokter tersebut, tujuh diantaranya telah berhasil meraih pendidikan spesialis. Yaitu pertama, DR.Dr. Idrus Alwi,Sp.PD.KKV,FECS,FACC, meraih spesialisasi di bidang kardiovaskular dan satu-satunya yang sudah meraih gelar doktor di keluarga saat ini. Kedua, Drg. Farida Alwi, yang menekuni bidang spesialisasi gigi. Ketiga, Dr. Shahabiyah,MMR, yang menjadi Dirut RSU Islam Harapan Anda di Tegal.

Keempat, Dr. Muhammad Syafiq, Sp.PD, yang bekerja sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang kini tengah menempuh pendidikan lanjutan di Jepang. Kelima, Dr. Suraiyah, SpA, yang mendalami spesialisasi Anak. Kemudian, Dr. Nouval Shahab,SpU, yang tak lain dokter spesialis Urologi, dan terakhir Dr. Isa An Nagib, SpOT, yang mengambil bidang spesialisasi Orthopedi.

Adapun tiga yang lainnya, masih menekuni profesi sebagai dokter umum, yang masing-masing adalah Dr. Fatimah yang menjadi Wakil Direktur RS. Ibu dan Anak Permata Hati Balikpapan, Dr. Zen Firhan, Dokter Umum di Balai Pengobatan Depok Medical Service dan Sawangan Medical Center, dan Dr. Nur Dalilah-Dokter Umum di RS. Permata Cibubur. Hanya dua orang lainnya yang tidak mengambil bidang kedokteran namun mengambil bidang kimia dan desain.

Seperti diakui Nafisah, tak terlintas dibenaknya anak-anaknya akan menjadi dokter. Apalagi mengingat latar belakang akademik kedua pasangan suami isteri ini sama sekali tak bersinggungan dengan kedokteran. Sang suami almarhum adalah sarjana ekonomi dan Nafisah sendiri lulusan SMA. Keduanya kemudian membuka usaha dagang batik kain. Tapi ketika sang anak pertama, Dr. Idrus Alwi, meminta untuk kuliah di kedokteran, keduanya hanya bisa mendukung. Tak dinyana, jejak sang kakak kemudian ditiru oleh adik-adiknya.

Karena keunikan ini maka tak heran Museum Rekor Indonesia (MURI), menganugerahkan rekor pada keluarga ini. Penyerahan piagam MURI dilakukan pada 3 Pebruari 2010, di Jaya Suprana School of Performing Art, Mall of Indonesia, Jakarta Utara. Selamat!!

Sumber : Majalah Farmacia Edisi Maret 2010

Share on Facebook


Jengkol memang enak tapi tetap harus waspada
Jum, 20 Okt, 2017
Saya kebetulan dari Minang, ayah saya senang sekali dengan jengkol atau jariang dalam bahasa Minangnya,  baik dalam bentuk kerupuk maupun dalam bentuk gulai atau di goreng dan  ditumbuk ...

Tips Kesehatan: Jangan Lengah saat Lebaran Tiba
Sel, 27 Jun, 2017
Segala sesuatu yang tidak diperbolehkan untuk  dikonsumsi pada pagi hari karena kita berpuasa menjadi boleh kita konsumsi setelah kita memasuki bulan Syawal....

Antisipasi Dehidrasi menghadapi kemacetan Mudik Lebaran
Sab, 17 Jun, 2017
Menjelang mudik kali ini, beberapa pasien saya dengan penyakit kronis misal DM, Hipertensi atau bahkan penyakit kanker atau bahkan orang tua usia lanjut melapor dan izin dulu kepada saya untuk ...

Kita Harus Lebih Bijak dalam Memilih Terapi Alternatif
Sel, 12 Jan, 2016
Pada hari Kamis pagi minggu lalu saya mendengarkan wawancara Radio Elshinta dengan Dr. Yose Rizal SpOT sebagai narasumber....

Antisipasi dehidrasi dan heat stroke di Tanah Suci
Sel, 8 Sep, 2015
Tahun ini jumlah jamaah haji Indonesia berkisar   168.000 jamaah sama seperti tahun 2014 sesuai kuota yang diberikan oleh pemerintah Arab Saudi....

     
Copyright 2009