Tidak ada event terjadwal dalam waktu dekat
 
Ketua Departemen
Dr.dr. Imam Subekti,SpPD-KEMD

Telp : (021) 391-30956, 392-7676
SMS : +6281511868333
Email : ipdfkui@yahoo.com

Divisi Tropik - Infeksi

Visi
Sebagai Divisi dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam Kedokteran Universitas Indonesia/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi memiliki visi bahwa pada tahun 2010, Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi menjadi Pusat Penyakit Infeksi yang terkemuka di Asia Pasifik dan mampu menghadapi tuntutan pendidikan, penelitian dan pelayanan masyarakat dengan pendekatan kemanusiaan. Dalam visi ini terkandung tiga unsur yang tidak terpisahkan satu sama lain, yaitu pendidikan, penelitian dan pelayanan masyarakat, dan di atas segalanya, turut mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat adalah yang utama.

Tujuan Strategik
1. Meningkatkan Kualitas pembelajaran dalam bidang Ilmu Penyakit Tropik dan Infeski pada tingkat pendidikan dokter umum, dokter spesialis I, dan dokter spesialis II untuk menghasilkan lulusan yang profesional, beretika tinggi, mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk kepentingan masyarakat serta mampu bersaing di Asia Pasifik.
2. Meningkatkan iklim ilmiah, budaya meneliti dan manajemen penelitian yang profesional yang mendorong berkembannya kuantitas dan kualitas penelitian.
3. Meningkatkan mutu manajemen, sarana, SDM yang berkualitas dan sejahtera untuk menunjang program-program pendidikan, penelitian dan pelayanan masyarakat.
4. Meningkatkan mutu pelayanan masyarakat yang paripurna di bidang Penyakit Tropik dan Infeksi
5. Mengingkatkan kerjasama dan pengembangan pelayanan unggulan dan penerapan Contionuous Quality Improvement dibidang pendidikan, penelitian, pelayanan dan kesejahtraan masyarakat.

Ketua Divisi
Dr. dr. Suhendro, SpPD, KPTI
 
Staf
Prof. dr. H. Iskandar Zulkarnain, SpPD, DTM&H, KPTI
Prof. dr. Djoko Widodo, SpPD, DTM&H, KPTI
dr. Budi Setiawan, SpPD-KPTI
Prof. dr. Herdiman T. Pohan, SpPD, DTM&H, KPTI
Dr. dr. Leonard Nainggolan, SpPD-KPTI
Dr. dr. Widayat Djoko Santoso, SpPD-KPTI
Dr. dr. Khie Chen, SpPD-KPTI
dr. Erni Juwita Nelwan, SpPD-KPTI
dr. Adityo Susilo, SpPD
 
Fasilitas Pelayanan
- Ruang rawat jalan
- Ruang rawat inap
- Laboratorium Penyakit Tropik dan Infeksi
- Perpustakaan Penyakit Tropik dan Infeksi
- Ruang Pertemuan
- Ruang Staf Akademik dan Administrasi
- Cnter of Infection Disease (dalam proses)
- Ruang Rawat Isolasi (dalam proses persiapan)

Pelayanan Masyarakat
Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi terus mewujudkan bentuk pelayanannya kepada masyarakat melalui pelayanan pasien di poliklinik maupun ruang rawat inap. Pemeriksaan terhadap beberapa penyakit infeksi yang sangat sering dijumpai di Indonesia juga tersedia di Laboratorium Penyakit Tropik dan Infeksi yang berlokasi di belakang Klinik Teratai dan melayani sejak pkl.09.00 - 15.00 WIB. Berbagai pemeriksaan tersebut adalah pemeriksaan Dengue Blot, Widal , Procalcitonin, Endotoksin, Beta D-Glucan, deteksi antibodi terhadap Leptospira, Malaria dan Mikrosirkulasi. Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, saat ini juga sedang dikembangkan Center of Infection Di-seases yang diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih paripurna di bidang Penyakit Tropik dan Infeksi pada masa mendatang.

Pendidikan
Pendidikan Penyakit Tropik dan Infeksi untuk dokter umum meliputi kuliah mimbar, diskusi topik, presntasi kasus, bedside teaching, diskusi kasus tanpa pasien, kerja poliklinik, kerja di Ruang Gawat Darurat, dan kerja bangsal.
Di tingkat yang lebih tinggi, pendidikan Penyakit Tropik dan Infeksi di berikan kepada peserta Program Studi Spesialis Ilmu Penyakit Dalam selam pendidikan. Program pendidikan yang dijalankan antara lain kerja di poliklinik dan ruang rawat inap, laporan kasus baru, journal reading, referat, ronde bangsal, diskusi kasus sulit, dan penelitian.
Ditingkat pendidikan Spesialis II (Konsultan Penyakit Tropik dan Infeksi), materi pendidikan disampaikan melalui kuliah dasar selama 6 bulan dan diikuti modul-modul kekhususan, dilanjutkan penelitian di bidang Penyakit Tropik dan Infeksi. Program pendidikan dilaksanakan di FKUI-RSCM dan juga di Rumah Sakit lain yang merupakan jejaring/mitra FKUI.
Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi juga menaruh perhatian pada pendidikan bagi paramedis dan masyarakat. Pertemuan rutin para Kepala Ruangan Rawat Inap Departemen Ilmu Penyakit Dalam dengan staf Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi terus dilakukan dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan yang berkaitan dengan masalah infeksi nosokomial. Edukasi mengenai pencegahan dan penanganan dini penyakit Infeksi juga terus diberikan kepada masyarakat melalui berbagai simposium awam dan seminar tahunan.
Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi juga menjalin kemintraan dan kerjasama dengan Departemen Kesehatan, perhimpunan profesi/seminat, rumah sakit dalam dan luar negeri dibidang pendidikan, penelitian dan pelayanan masyarakat.

Penelitian
Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi terus berusaha untuk menyelenggarakan berbagai penelitan yang sesusi dengan perkembangan Ilmu Penyakit Tropik dan Infeksi dan keadaan masyarakat di dunia pada umumnya dan secara khusus di Indonesia.
Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi melaksanakan bebagai penelitia epidemiologi klinik, dan uji klinis obat, dan alat-alat diagnostik terkait penyakit infeksi. sejak tahun 2002 telah didirikan Pusat Uji Klinis Obat Penyakit Tropik dan Infeksi.
Kerjasama penelitian Lintas Divisi, Departemen dan Sektotal terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian, Jejaring penelitian Internasional juga dibentuk dengan menjalin hubungan Sister University (Nijmegen, Belanda) dan AMC (Amsterdam, Belanda).

Sekretariat
Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi Departemen Ilmu Penyakit Dalam
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
RSUPN Cipto Mangunkusumo
Jl. Salemba Raya no.6, Jakarta
Telepon: 021-3918301-20
Pesawat 3306 (Tata Usaha)
Pesawat 4315 (Poliklinik)
Telepon langsung: 021-3908157/3925491
Faksimili : 021-3911873
E-mail : tropik@indosat.net.id


Divisi Reumatologi

Pendidikan Reumatologi pertama kali dikembangkan di Indonesia oleh Prof.Dr. Achmad Remy Nasution, SpPD-KR, FACR, pada tahun 1969, sepulangnya dari mengikuti pendidikan di Academisch Ziukenhuis Leiden, dengan melakukan pelayanan klinik Reumatologi di RS. Persahabatan, Jakarta. Untuk meningkatkan fungsi pelayanan masyarakat, klinik Reumatologi pada tahun 1973 dialihkan ke RS. Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Pada tahun 1970, pendidikan Reumatologi masuk dalam kurikulum S-1 Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dan pada tahun 1976 masuk dalam kurikulm S-2 Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Reumatologi sebagai Subspesialisasi Ilmu Penyakit Dalam mulai diakui pada tahun 1984.

VISI
Pada tahun 2015, Divisi Reumatologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSUPN CM merupakan salah satu pusat Reumatologi terkemuka di Asia Pasifik yang berbudaya ilmiah, menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pelayanan masyarakat, berkualitas tinggi dan memiliki sentuhan manusiawi serta berorientasi kepada kepentingan masyarakat.

MISI
1. Meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, pelayanan paripurna, efisiensi manajemen dan kemitraan di bidang Reumatologi.
2. Menguasai, menerapkan dan mengembangkan ilmu dan teknologi kedokteran, khususnya dalam bidang Reumatologi, sehingga dapat meningkatkan pendidikan, penelitian dan pelayanan paripurna kepada masyarakat.

TUJUAN STRATEGIK
1. Meningkatkan kualitas pembelajaran dibidang Reumatologi Sehingga dapat dihasilkan Dokter Umum, Spesiali Penyakit Dalam-Konsultan Reumatologi yang profesional, beretika tinggi serta dapat menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran dan keterampilan untuk kepentingan masyarakat dan mampu bersaing di tingkat Asia Pasifik
2. Meningkatkan iklim ilmiah, budaya meneliti dan manajemen penelitian yang profesional yang mendorong kuantitas dan kualitas penelitian
3. Meningkatkan mutu manajemen, sarana dan SDM yang berkualitas dan sejahtera untuk menunjang program-program pendidikan, penelitian, pelayanan masyarakat dan pengembangan Divisi Reumatologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM.
4. Meningkatkan mutu pelayanan masyarakat dalam rangka menurunkan morbiditas dan mortalitas kasus Reumatologi
5. Meningkatkan kerjasama dan pengembangan pelayanan unggulan serta meningkatkan kualitas yang terus menerus dalam bidang pendidikan, penelitian dan pelayanan kesehatan.

STAF AKADEMIK
Ketua Divisi :
dr. Bambang Setyohadi, SpPD-KR
Staf :
Prof. Dr. dr. Harry Isbagio, SpPD-Kr, KGer
Prof. dr. Zuljasri Albar,SpPD-KR
dr. Yoga I.Kasjmir, SpPD-KR
dr. Sumariyono, SpPD-KR
dr. Rudy Hidayat, SpPD-KR
dr. RM Suryo Anggoro, SpPD
dr. Anna Ariane, SpPD 

 FASILITAS
Ruang Rawat Jalan
Ruang Rawat Inap (bersama Departemen Ilmu Penyakit Dalam)
Kamar Prosedur Reumatologi
Laboratorium Imunoreumatologi
Perpustakaan Reumatologi
Ruang Pertemuan kecil
Ruang Staf Akademik dan Administrasi

KEGIATAN
- Pelayanan
- Pendidikan
- Penelitian

PELAYANAN
Meliputi pelayanan pasien reumatologi di poliklinik maupun ruang rawat inap, konsultasi dari departemen atau divisi lain, tindakan prosedur Reumatolgoi (artrosentesis, injeksi intrartikuler) dan laboratorium imunoreumatologi.
Berbagai pemeriksaan yang dapat dilakukan di Laboratorium Imunoreumatologi adalah analisis cairan sendi (termasuk pemeriksaan kristal), Faktor Reumotoid, Komplemen, profil ANA, ENA, anti CCP, anti dsDNA

PENDIDIKAN S1
Pendidikan S1 (Dokter Umum) untuk Reumatologi, masuk dalam bagian pendidikan Ilmu Penyakit Dalam yang meliputi diskusi topik, observasi keterampilan anamnesis, observasi keterampilan pemeriksaan jasmani, presentasi kasus, bedside teaching, diskusi kasus tanpa pasien, kerja poliklinik, kerja bangsal, kuliah mimbar, audiovisual dan problem based learning.

PENDIDIKAN SpPD
Peserta Program Studi Ilmu Penyakit Dalam akan melaksanakan stase di Divisi Reumatologi selam 8 minggu. Program yang harus diikuti peserta didik meliputi kerja di poliklinik dan ruang rawat inap, laporan kasus baru, journal reading, referat, ronde bangsal, kerja di ruang prosedur, diskusi kasus sulit dan joint meeting dengan divisi atau departemen lain.

PENDIDIKAN SpII-KONSULTAN REUMATOLGI
Pendidikan SpII-Konsultan Reumatologi Berlangsung selama 4 semester yang terbagi atas 3 tahap. Tahap I berlangsung selama 1 semeseter, berisi pendidikan filsafat ilmu pengetahuan, biologi molekuler, farmakologi klinik, metodologi penelitian, biostatistik, etika profesi, ilmu penyakit dalam dasar, kegawatdaruratan medik. Tahap II berlangsung selama 2 semester, merupakan pendidikan khusus di Divisi Reumatologi. Selam di Divisi Reumatologi, peserta didik akan berkja di poliklinik, ruang rawat inap, kamar prosedur dan menjawab konsul dari divisi atau departemen lain. Kegiatan akademik di Divisi Reumatologi meliputi journal reading, referat, presentasi kasus, joint case, ronde bangsal. Selain itu, peserta didik juga akan stase di Divisi Alergi-Imunologi Klinik selama 8 minggu dan setase di Instalasi Rehabilitasi Medik selama 4 minggu. Tahap III berlangsung selama 1 semester, merupakan tahap Reumatologi Terintegrasi dan Penelitian. Penelitian peserta didik sebaiknya sudah dimulai sejak semester II, sehingga pada akhir semester IV (Tahap III) penelitian dan laporan penelitian sudah selesai dan peserta didik dapat langsung mengikuti ujian. Ujian peserta pendidikan SpII-Konsultasn Reumatologi terdidi dari ujian tulis dan ujian teses denga penguji yang merupakan gabungan penguji dari perhimpunan Reumatologi Indonesia (IRA) dan Kolegium Ilmu Penyakit Dalam Indonesia (KIPD)

PENELITIAN
Berbagai penelitian telah dilakukan dan akan dilakukan oleh staf dan peserta didik di Divisi Reumatologi sesuai dengan pohon penelitian yang ada.

Telepon: 021-391 30166
Pesawat :3324 (Tata Usaha)
Telepon langsung: 021-31930166
Faksimili : 021-319 36736
E-mail : reumatik@indosat.net.id 
Website Perhimpunan Reumatologi Indonesia : www.reumatologi.or.id


Divisi Pulmonologi

Sejak berdiri tahun 1958 dibawah pimpinan Dr. T.S.Oey, divisi Pulmonologi FKUI/RSCM mulanya merupakan konsultasi biro yang kemudian menjadi DIvisi Pulmonologi yang menangani kasus-kasus paru.
 
Setelah didirikan RS. Persahabatan maka penanganan kasus-kasus paru juga ditangani RS.Persahabatan. Pada tahun 1973 atas persetujuan Dekan FKUI saat itu mengembangkan Divisi Pulmonologi di RSP menjadi Departmen Pulmonologi FKUI. Sedangkan Subbagian Divisi Pulmonologi yang ada di FKUI/RSCM tetap dilanjutkan dibawah pimpinan Dr.Ahmad Dahlan.
 
Ketua Divisi
dr. Ceva W Pitoyo, SpPD-KP, KIC
 
Staf
Dr. dr. Zulkifli Amin, SpPD-KP
dr. Anna Uyainah, ZN, SpPD-KP, MARS
Dr. dr. Cleopas Martin Rumende, SpPD-KP
dr. Telly Kamelia, SpPD-KP
dr. Gurmeet Singh, SpPD
dr. Eric Daniel Tenda, SpPD
dr. Mira Yulianti, SpPD
 
Fasilitas Pelayanan
1. Unit Rawat Jalan
Kegiatan dilakukan hari Senin, Rabu, dan Jumat di Gedung Instalasi Rehabilitasi Medik lt. 5
2. Pemeriksaan Khusus
    • Spirometri. Uji faal paru untuk menilai toleransi operasi dan pemantauan terapi penyakit paru kronik
    • Bronkoskopi. Pemeriksaan dengan teropong serabut optik ini untuk menilai keadaan permukaan jalan napas, bisa dilanjutkan dengan bilas bronkoalveolar atau biopsi transbronkial
    • Biopsi pleura dan paru transtorakal
    • Biopsi jarum halus massa superfisial atau kelenjar getah bening (FNAB)
    • Biopsi/respirasi massa pleura dengan guided USG
    • Transtorakal biopsi massa paru dengan tuntunan CT-Scan bekerjasama dengan Radiodiagnostik
3. Fasilitas pendidikan
    • Pendidikan Sp-2 konsultan

Pelayanan
1. Unit Rawat Jalan
    Hari Pelayanan : Senin, Rabu, dan Jumat
    Tempat : Gedung Instalasi Rehabilitasi Medik (IRM) Lt. 5  Ruang Poli Pulmonologi
    Jam : Pendaftaran 08.00 – 12.00 WIB
    Pelayanan 09.00 – 14.00 WIB
                                                                                            
2. Pemeriksaan Khusus (Ruang Prosedur)
    Hari Pelayanan : Senin – Jumat
    Tempat : Gedung Instalasi Rehabilitasi Medik (IRM) Lt. 4  Ruang Prosedur Pulmonologi
    Jam : Pendaftaran 08.00 – 12.00 WIB
    Pelayanan 08.00 – 14.00 WIB
   
Unit Rawat Jalan
Kegiatan dilakukan hari Senin, Rabu, dan Jumat di Gedung Instalasi Rehabilitasi Medik Lt.5

Pemeriksaan Khusus

SPIROMETRI. Uji faal paru untuk menilai toleransi operasi dan pemantauan terapi penyakit paru kronik.
BRONKOSKOPI. Pemeriksaan dengan teropong serabut optik ini untuk menilai keadaan permukaan jalan napas, bisa dilanjutkan dengan bilas bronkoalveolar atau biopsi transbronkial.
WSD / MINI WSD. Pengaliran udara atau cairan dari rongga pleura dengan pemakaian selang yang ditusukan pada sela iga.
PUNGSI PLEURA. Aspirasi cairan pleura dari rongga pleura dengan jarum perkutan (=thoracentesis).
PLEURODESIS. Penyatuan pleura viseral dengan parietais baik secara kimiawi, mineral atau mekanik untuk mencegah akumulasi cairan/udara dalam rongga pleura.
BIOPSI PLEURA (Biopsi/respirasi massa pleura dengan guided USG). Tindakan untuk mengambil spesimen jaringan pleura parietal secara trans-torakal.
TERAPI INHALASI. Pemberian obat ke dalam saluran pernapasan dengan cara inhalasi.
TERAPI OKSIGEN. Pemberian oksigen sebagai intervensi medis dalam perawatan pasien akut maupun kronis.
THORACOSCOPY. Suatu tindakan pemeriksaan pada rongga pleura atau rongga dada dengan menggunakan endoskop yang dimasukkan melalui lubang irisan kecil pada dinding dada. (di sebut juga pleuroskopi).
CVC (Central Venous Cathether). Pemasangan kateter vena sentral melalui vena jugularis interna atau vena subklavia.
FNAB (BIOPSI ASPIRASI JARUM HALUS). Pengambilan material jaringan kelenjar getah bening untuk dilakukan pemeriksaan sitologi dan mikrobiologi. Kelenjar getah bening yang dimaksud di sini ialah kelenjar getah bening (KGB) daerah.
MANTOUX TEST. Metode diagnostik untuk tuberkulosis dengan menyuntuk intra dermal.
USG THORAKS. Modalitas diagnostik untuk mengetahui gambaran dalam rongga thorax dan sebagai alat bantu prosedur.
TTB (Transthoracal Biopsy). Transtorakal biopsi massa paru dengan tuntunan CT-Scan bekerjasama dengan Radiodiagnostik.

ICU, HCU
-
Ventilator mekanik invasif
- Ventilator non invasif

Pendidikan
-S1 -Sp1 -Sp2 -S3

Chest Meeting
Kegiatan dilaksanakan setiap Rabu di Gedung Instalasi Rehabilitasi Medik Lt.5

Seminar, Workshop, kursus-kursus bidang Pulmonologi, Respirasi, dan Perawatan Penyakit Kritis
Jakarta Annual SYMPOSIUM AND WORKSHOP
Chest and Critical in Internal Medicine

Pelayanan Terpadu Pasien TB dengan HIV (POKDI)
Kegiatan dilaksanakan setiap selasa dan kamis di POKDI

Penyuluhan : Kanker paru, TB paru PPOK, henti merokok
Penyuluhan kepada Masyarakat tentang bahaya merokok, dan informasi berbagai penyakit paru, Kegiatan setiap Rabu  pagi di Gedung Instalasi Rehabilitasi Medik Lt.5

Departemen Ilmu Penyakit Dalam
Divisi Pulmonologi
dan Perawatan Penyakit Kritis
RSUPN DR.Cipto Mangunkusumo

Telepon: 021- 3918301-20 / 31902461 / 3149704
Pesawat 3323 (Tata Usaha)
Pesawat 6232 (Poliklinik)
Telepon langsung: 021-3149704
Faksimili : 021-31902461
E-mail : divisipulmonologi@yahoo.co.id 
Website Divisi Pulmonologi : www.respirologi.com                                                                                                                      


Divisi Psikosomatik

Prof.Aulia menaruh perhatian pada bidang ini dan berusaha mengembangkan konsep psikosomatik. Ia menganjurkan agar para dokter terutama di lingkungan bagian Ilmu Penyakit Dalam memperhatikan bidang ini. Psikosomatik sejak tahun 1957 menjadi Sub bagian Ilmu Penyakit Dalam yang dipimpin oleh dr.Sudarto Prayotno sampai meninggalnya tahun 1985.

Bagian Penyakit Dalam sering dikunjungi pasien dengan bermacam-macm keluhan dari berbagai organ tubuh  yang secara kuantitas maupun kualitas tidak sebanding dengan apa yang didapatkan secara klinis, medis, internitis. Keluhan – keluhan pasien bisa berupa keluhan gastrointestinal, jantung, pernapasan, muskuloskeletal  dan lan sebagainya. Pasien-pasien tersebut “mengembara” dari satu dokter ke lain dokter, beberapa dokter spesialis, dukun, sinse, tetapi tetap tidak sembuh, masih sakit.
Pasien ribut dengan dokter, bila dikatakan tidak sakit atau sakit pikiran.
Untuk menolong pasien-pasien ini, kira-kiraa tahun 60-an didirikan Bagian Psikosomatik oleh almarhum Prof. Aulia, yang kini menjadi Divisi Psikosomatik Bagian Ilmu Penyakit Dalam.
Pasien-pasien seperti diataslah yang saat ini ditangani di Poliklinik Psikosomatik, yang kemudian ditatalaksana secara holistik dan paripurna.

STAF AKADEMIK
dr. Rudi Putranto, SpPD-KPsi (Ketua Divisi)
dr. H.E. Mudjaddid, SpPD, KPsi
dr. Hamzah Shatri, SpPD, KPsi, M.Epid 

FASILITAS 
- Ruang rawat jalan
- Ruang rawat inap
- Perpustakaan
- Ruang Pertemuan
- Ruang Staf Akademik dan Administrasi

KEGIATAN

1. Pelayanan
2. Pendidikan
3. Penelitian

Pelayanan
• Rawat Jalan : 
  Meliputi pemeriksaan, pengobatan dan pemantauan penyakit psikosomatik termasuk konsultasi masalah:
- Depresi
- Dispepsi fungsional
- Sindrom lelah kronis
- Ansietas
- Sindrom hiperventilasi
- Nyeri psikogenik
- Sindrom kolon iritabel
- Penyakit jantung Fungsional
- Fibromialgia.
- Gangguan seksual
- Gangguan makan
- Gangguan tidur
- Gangguan Fatigue
- Neurosis kardiak
- Tension Headache
- Low Back Pain
- Sindrom hiperventilasi
- Penyalahgunaan Obat (NAPZA)
- Pengobatan gangguan/keluhan yang bermacam-macam karena adanya gangguan ketidakseimbangan system saraf otonom.

  Kegiatan klinik Psikosomatik dilakukan hari Senin, Selasa dan Kamis di Poliklinik Penyakit Dalam RSCM
• Pemeriksaan status psikis dan psikometri.
• Rawat Inap;  di Public Wing RSCM dan RSCM Kencana
• Pusat studi Psikosomatik dan Pelayanan Holistik

Pendidikan
• Pendidikan S1
Pendidikan S1 (Dokter Umum) untuk Divisi Psikosomatik masuk dalam bagian pendidikan Ilmu Penyakit Dalam yang meliputi diskusi topik, observasi keterampilan anamnesis, observasi keterampilan pemeriksaan jasmani, presentasi kasus, bedside teaching, diskusi kasus tanpa pasien, kerja poliklinik, kuliah mimbar dan problem based learning
• Pendidikan Spesialis Penyakit Dalam
Peserta Program Studi Ilmu Penyakit Dalam akan melaksanakan stase di Divisi Psikosomatik selam 8 minggu. Program yang harus diikuti peserta didik meliputi kuliah mimbar, kerja di poliklinik, laporan kasus baru, journal reading, referat, ronde bangsal, diskusi kasus sulit dan secara bergilir melakukan pendekatan psikosomatik terhadap pasien-pasien di  Poli Kardiologi, Poli Gastroenterologi dan Unit Layanan Terpadu HIV/AIDS dan melakukan penelitian bidang Psikosomatik.
• Pedndidikan SpII (Sub Spesialis Psikosomatik)
Pendidikan SpII-Konsultan Psikosomatik berlangsung selama 4 semester yang terbagi atas 3 tahap. Tahap I berlangsung selama 6 bulan, berisi pendidikan filsafat ilmu pengetahuan, biologi molekuler, farmakologi klinik, metodologi penelitian, biostatistik, etika profesi, ilmu penyakit dalam dasar, kegawatdaruratan medik. Tahap II  berlangsung selama 6 bulan, merupakan pendidikan kekhususan di DivisiPsikosomatik. Pada tahap ini  peserta didik akan bekerja di poliklinik, ruang rawat inap, dan menjawab konsul dari divisi atau departemen lain, membimbing peserta Sp1.
Kegiatan akademik di Divisi Psikosomatik meliputi journal reading, referat, presentasi kasus, ronde bangsal. Tahap III berlangsung selama 1 semester, yaitu Penelitian. Penelitian peserta didik sudah dimulai sejak semester II, sehingga pada akhir semester IV (Tahap III) penelitian dan laporan penelitian sudah selesai dan peserta didik dapat langsung mengikuti ujian. Ujian peserta pendidikan SpII-Konsultasn Psikosomatik terdiri dari ujian tulis dan ujian tesis. 

Edukasi mengenai penanganan/pendekatan Psikosomatik juga terus diberikan kepada masyarakat melalui simposium awam dan seminar tahunan.

Sekretariat
Divisi Psikosomatik Departemen Ilmu Penyakit Dalam
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
RSUPN Cipto Mangunkusumo
Jl. Diponegoro 71 Jakarta 10430
Telp. (021) 31930956 , Pesawat : 4092
E-mail: psikosomatik@yahoo.com


Divisi Metabolik - Endokrin

Divisi ini merupakan salah satu dari 5 divisi pertama bagian penyakit dalam yang pertama kali diresmikan. Diawal kiprahnya divisi metabolik/endokrin di bawah pimpinan dr.Utoyo Sukanton. Sebelum resmi menjadi cabang, kasus-kasus penyakit metabolic/endokrin sudah ditanda tangani dr. Utoyo Sukanton dengan mengadakan poliklinik khusus metabolic/endokrin yang kemudian dibantu dr. Hazniel Zainal

Struktur divisi metabolik endokrin IPD RSCM FKUI
Ketua Divisi
dr. Em Yunir, SpPD-KEMD
Staf :
Prof. Dr. dr. H.A Boedisantoso R, SpPD-KEMD
Prrof. Dr. dr. H. Sarwono Waspadji, SpPD-KEMD
Prof. Dr. dr. H. Sidartawan Soegondo, SpPD-KEMD
Prof. Dr. dr. H. Pradana Soewondo, SpPD-KEMD
Dr. dr. H. Imam Subekti, SpPD-KEMD
dr. H. Suharko Soebandi, SpPD-KEMD
dr. Dante Saksono, PhD, SpPD-KEMD
Dr. dr. H. Budiman, SpPD-KEMD
dr. Dyah Purnamasari, SpPD-KEMD
dr. H. Tri Juli Edi Tarigan, SpPD
dr. Wismandari Wisnu, SpPD-KEMD
dr. Dicky Levenus Tahapary, SpPD
 
Fasilitas Pelayanan
1. Unit Rawat Jalan
    • Unit rawat jalan penyakit diabetes dan endokrin setiap hari Senin sampai Jumat, bertempat Poliklinik IPD lt. 2
    • Klinik edukasi diabetes yang memberikan penyuluhan menyeluruh baik secara individu maupun berkelompok
    • Klinik perawatan kaki diabetik: perawatan kaki,dan deteksi dini kaki diabetes
2. Pemeriksaan Khusus
    • Tindakan diagnostik penyakit tiroid meliputi USG, biopsy dan  aspirasi sklero terapi tiroid
    • Tes dinamik hormon (endocrine testing centre) adrenal dan hipofisis (sesuai perjanjian)
    • Pemeriksaan laboratorium untuk kadar glukosa darah, tes toleransi glukosa, dan profil lipid
    • Pemeriksaan penyaring diabetes gestasional
3. Fasilitas pendidikan
    • Pendidikan Sp-2 konsultan

Pelayanan Poliklinik Divisi Metabolik Endokrin RSCM FKUI
Diabetes Mellitus

 - Konsultasi perorangan setiap hari
 - Klinik kaki DM setiap hari
 - Edukasi kelompok 2 x /bulan

Tiroid
 - Konsultasi setiap hari
 - Skleroterapi setiap hari kecuali rabu
 - Biopsi
 - Aspirasi

Kasus spesialisasi endokrin
Hormonal

 - Hipofisis
 - Adrenal
 - Gonad
 - Penyakit tulang metabolik
 - Paratiroid

Lipid
 - Dislipidemia
 -
Obesitas

(Semua diatas dalam bentuk konsultasi saja)

DAFTAR DPJP:

1. Dr. Suharko Soebardi, SpPD-KEMD (Unit RIT A Lat 7)
2. Dr. Dicky L. Tahapary, SpPD (Poliklinik Spesialis)
3. Dr. Dyah Purnamasari, SpPD (Poliklinik Endokrin hari Senin)
4. DR. Dr. Budiman Darmo W., SpPD (Poliklinik Endokrin hari Selasa)
5. Dr. Wismandari Wisnu, SpPD (Poliklinik Endokrin hari Rabu)
6. Dr. Dante Saksono Harbuwono, SpPD-KEMD, PhD (Poliklinik Endokrin hari Kamis)
7. Dr. Em Yunir, SpPD-KEMD (Poliklinik Endokrin hari Jumat)


 

 

 

 

 

 

Telepon: 021-3918301-20
Pesawat: 3326 (Tata Usaha)
Pesawat: 4087 (Poliklinik)
Telepon langsung: 021-3907703, 3100075
Faksimili: 021-3928658/9
E-mail: endocrin@rad.net.id
Website Perkumpulan Endokrinologi Indonesia: www.perkeni.org


 


Divisi Kardiologi

Saat ini Divisi Kardiologi bersama divisi lain dibawah Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM selalu menjalin kerjasama guna meningkatkan kemampuan dalam bidang pendidikan, pelayanan dan penelitian. Kerjasama juga dijalin dengan Departemen-Departemen lain di lingkungan FKUI/RSCM supaya dapat meningkatkan pelayanan terpadu untuk pasien.
 
Ketua Divisi
dr. Ika Prasetya Wijaya, SpPD-KKV, FINASIM
 
Staf
Prof. Dr. Yahya Kisyanto, PhD, SpPD-KKV, SpJP, FINASIM
Prof. Dr. Nurhay Abdurahman, SpPD-KKV, SpJP, FINASIM
Prof. DR. Dr. T. Santoso, SpPD-KKV, SpJP, FACC, FESC, FINASIM
Prof. Dr. Hanafi B. Trisnohadi, SpPD-KKV, SpJP, FINASIM
Prof. Dr. Dasnan Ismail, SpPD-KKV, SpJP, FINASIM
Prof. Dr. D. Manurung, SpPD-KKV, SpJP, FINASIM
Prof. Dr. Sjaharuddin Harun, SpPD-KKV, SpJP, FINASIM
Prof. Dr. Lukman Hakim M., SpPD-KKV, SpJP, FINASIM
Prof. Dr. dr. Idrus Alwi, SpPD-KKV, FINASIM, FACC, FESC, FAPIC
dr. Marulam Panggabean, SpPD-KKV, SpJP, FINASIM
dr. dr. M. Yamin, SpJP(K), FIHA, FESC, FAPSIC
dr. Dono Antono, SpPD-KKV, FINASIM, FICA
dr. Sally Aman Nasution, SpPD-KKV, FINASIM
dr. Eka Ginanjar, SpPD, FINASIM
dr. Muhadi, SpPD, FINASIM
dr. Lusiani Siregar, SpPD
dr. Rachmat Hamonangan Sirait, SpPD
dr. Wawan Setyawan, SpPD
dr. Birry Karim, SpPD
 
Fasilitas Pelayanan
1. Unit Rawat Jalan
     • Unit rawat jalan kardiologi dilaksanakan setiap hari Senin, Selasa, Kamis dan Jum’at di Poliklinik Jantung IPD, Unit rawat jalan aritmia dilaksanakan setiap hari Senin s/d Jum’at di Poliklinik Jantung IPD
2. Pemeriksaan Khusus
     • Ekokardiografi doppler
     • Ekokardiografi transesofagus
     • Ekokardiografi stres
     • Treadmil (uji beban jantung)
     • Monitor holter (melihat aritmia)
     • Elektrofisiologi
     • Pemeriksaan pacu jantung
     • Kateterisasi jantung : angiografi koroner, PCI, BMV, ASD/PDA closeru
     • Terapi stem sell pada penderitapenyakit jantung koroner
     • RCT
3. Perawatan
     • Rawat inap
     • Unit perawatan jantung intensif (ICCU)
4. Rehabilitasi Jantung
     Dilakukan bersama Yayasan Jantung Mas Isman dan Departemen Rehabilitasi Medik FKUI/RSCM
5. Pelayanan Jantung Terpadu (PJT) dengan pelayanan yang sama, namun terintegrasi bersama Departemen Bedah FKUI/RSCM, Divisi Kardiologi Anak FKUI/RSCM, Departemen Anestesiologi FKUI/RSCM dan Departemen Rehabilitasi Medik FKUI/RSCM.
6. Pendidikan dan Penelitian :
     • Pendidikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam
     • Pendidikan konsultan Kardiovaskular

Divisi Kardiologi
Departemen Ilmu Penyakit Dalam
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Jl. Diponegoro No. 71
Jakarta 10430

Telp. +62 (21) 31934636
Fax. +62 (21) 31934636 , Pesawat : 4044
E-mail : div_kardiologi@yahoo.com
Pusat Jantung Terpadu
(Khusus Pelayanan Rawat Jalan / Inap)
Telp. (021)39014684 - (021)3901669
Website Divisi Kardiologi : www.kardioipdrscm.com
Email: info@kardioipdrscm.com

 


Divisi Hepatologi

Pada Tahun 1966 Divisi Hepatologi didirikan oleh Dr. R.T.L. Pang, SpPD dengan jumlah staf 2 (dua) orang yaitu Dr. R.T.L. Pang, SpPD sendiri dan Dr. H.M. Sjaifoellah Noer, SpPD. Beliau menjalankan kegiatan poliklinik hati, pemeriksaan laparaskopi, biopsi hati dan ada pula pembicaraan kasus dengan bagian lain yaitu bagian Patologi Anatomi dan pada tahun 1969 Dr. H. Ali Sulaiman, SpPD bergabung ke divisi hepatologi. Sampai saat ini total staf berjumlah 5 (lima) orang karena sebagian staf telah menjalani pensiun, karyawan 10 (sepuluh) orang dan pada saat ini divisi hepatologi departemen penyakit dalam RSCM telah memiliki laboratorium penelitian yang dimanfaatkan untuk penelitian-penelitian oleh staf divisi dan dokter-dokter dari luar divisi hepatologi. Divisi hepatologi departemen penyakit dalam hanya melakukan pemeriksaan pada orang dewasa, meliputi penyakit-penyakit non bedah, mencakup hampir seluruh tubuh manusia. 

 

 



Staf :
DR. dr. Rino A. Gani, SpPD-KGEH
dr. Irsan Hasan, SpPD-KGEH
dr. Juferdy Kurniawan, SpPD
dr. Andri Santiyoso, SpPD-KGEH
DR. dr. C. Rinaldi Lesmana, SpPD-KGEH

PELAYANAN
Biopsi hati

Pengambilan sebagian kecil sampel jaringan hati. Indikasi : hepatitis kronik, perlemakan hati (NAFLD), FUO, ikterus, dll.
Parasentesis abdomen
Tindakan untuk mengeluarkan cairan asites.
Indikasi : diagnostik (SBP, TBC peritoneum, dll) dan terapeutik (asites masif )
Biopsi aspirasi dengan jarum halus (FNAB)
Pengambilan sel pada nodul hati dengan panduan USG.
Indikasi : massa di hati
USG abdomen
Tindakan diagnostik untuk melihat organ intra abdomen (hati, kandung empedu, pankreas, limfa, ginjal, kelenjar getah
bening, dll).
USG kontras
Tindakan USG menggunakan kontras untuk konfi rmasi keganasan di hati.
Fibroscan
Pemeriksaan untuk menilai derajat fi brosis hati.
Indikasi : hepatitis kronik, perlemakan hati (NAFLD), dll.


SIMPOSIUM
Setiap tahun diadakan satu simposium secara
bergantian
- Liver Update
- Current Treatment in
Hepatopancreatobiliary Diseases

PELAYANAN KONSULTASI
Memberikan pendampingan khusus tindakan atau
prosedur terkait dengan pasien yang memiliki
masalah hati, pankreas dan empedu.
Pelayanan konsultasi dan pengobatan penyakit
hepatopancreatobilier oleh dokter konsultan
gastroentero hepatologi yang ahli dan berpengalaman
di bidangnya

PELAYANAN PROSEDUR TERAPEUTIK
Aspirasi abses
Tindakan drainase pus dari rongga abses di hati.
PEIT (Percutaneus ethanol Injection therapy)
Tindakan terapi hepatoma dengan penyuntikan alkohol absolute perkutan.
RFA (Radiofrequency ablation)
Tindakan terapi keganasan di hati dengan pembakaran melalui jarum yang dimasukkan
perkutan.
Peritoneoskopi
Pemeriksaan dengan memasukkan alat peritoneoskopi ke dalam rongga peritoneum.
PTBD ( Percutaneos transhepatic biliary drainage)
Prosedur terapeutik drainase billier perkutan
Indikasi : ikterus obstruktif.
Endoskopi ultrasonografi
Gabungan antara endoskopi dan ultrasonografi untuk memperoleh pencitraan liver,
pankreas, saluran bilier dan struktur di sekitarnya melalui lumen saluran cerna.

PENYULUHAN AWAM
Penyuluhan diselenggarakan tiga kali
setahun oleh dokter yang berpengalaman.
Topiknya mencakup pencegahan, deteksi
dini, pengobatan dan pencegahan
komplikasi masalah penyakit hati dan
faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Ketua Divisi
Dr. dr. Rino A Gani, SpPD-KGEH
 
Staf
Prof. dr. H.Ali Sulaiman, PhD, SpPD-KGEH, PhD, FACP
Prof. dr. L.A. Lesmana, PhD, SpPD-KGEH, FACP, FACG
Prof. dr. H. Nurul Akbar, SpPD-KGEH
dr. Agus S. Waspodo, SpPD-KGEH
dr. Irsan Hasan, SpPD-KGEH
dr. Andri Sanityoso, SpPD-KGEH
Dr. dr. Cosmas R. Lesmana, SpPD-KGEH
dr. Juferdy Kurniawan, SpPD-KGEH
dr. Chyntia Olivia M Jasirwan, SpPD
dr. Saut H Nababan, SpPD
 
Sekretariat
Gedung A. Medical Staff Lantai 8
Jl. Diponegoro No. 71 Jakarta Pusat 10430
Tel. : 021-31900924 Fax : 021-3918842, Pesawat :1848
Email: hepato.ui@gmail.com
Website Divisi Hepatologi: www.hepatologi.org

Ruang Prosedur Hepatologi
Gedung IRM Lt.5 RSCM
Jl. Diponegoro No. 71 Jakarta Pusat 10430
Tel. : 021-60493749, 021-60493733
Pesawat : 3106
Poliklinik Penyakit Dalam Divisi Hepatologi
Gedung IRJ RSCM lt.2
Jl. Diponegoro No. 71 Jakarta Pusat 10430
Tel. : 021-3918301 ext 6711

Poliklinik Cluster Digestive Lt. 3
RSCM Kencana
Jl. Diponegoro No. 71 Jakarta Pusat 10430
Tel. : 39857799/3913162


Divisi Hematologi - Onkologi Medik

Terbentuk Sub bagian Hematologi bagian Ilmu Penyakit Dalam berkali-kali tertunda karna para pendirinya pindah ke universitas lain, Mula-mula dirintis oleh Dr. ANS Kamarga yang kemudian pindah ke UNAIR (lalu pindah ke UNDAP). Selanjutnya pembentukan sub bagian ini dirintis kembali oleh Dr. Hanaf (sekarang Profesor) tetapi iapun pindah ke Universitas Andalas.

Ketua Divisi
Dr. dr. Djumhana Atmakusuma, SpPD-KHOM

Staf
Prof. Dr. dr. Karmel L. Tambunan, SpPD-KHOM
Prof. dr. Zubairi Djoerban, SpPD-KHOM
Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM
Dr. dr. Abidin Widjarnako, SpPD-KHOM
Prof. dr. Abdulmuthalib, SpPD-KHOM
dr. Syafrizal Syafei, SpPD-KHOM
dr. Nugroho Prayogo, SpPD-KHOM
dr. Ronald A. Hukom, SpPD-KHOM
dr. Dody Ranuhardi, SpPD-KHOM
dr. Zakifman Jack, SpPD-KHOM
dr. Asrul Harsal, SpPD-KHOM
Dr. dr. Noorwati Sutandyo, SpPD-KHOM
dr. Bambang Karsono, SpPD-KHOM
dr. Shufrie Effendy, SpPD-KHOM
dr. Cosphiadi Irawan, SpPD-KHOM
dr. Hilman Tadjoedin, SpPD-KHOM
Dr. dr. Lugyanti Sukrisman, SpPD-KHOM
dr. Ikhwan Rinaldi, SpPD-KHOM
dr. Nadia Ayu Mulansari, SpPD
dr. Wulyo Rajabto, SpPD
Dr. dr. Andhika Rachman, SpPD-KHOM
dr. Anna Mira Lubis, SpPD
dr. Findy Prasetyawati, SpPD
dr. Rachmat Cahyanur, SpPD

Fasilitas Pelayanan
1. Unit Rawat Jalan
Setiap hari kerja di poliklinik IPD lantai 2.

2. Pemeriksaan Khusus
• Pemeriksaan darah tepi lengkap, termasuk sitomorfologi
• Analisis sitomorfologi dan pewarnaan khusus serta sitokimia sumsum tulang melalui aspirasi dan biopsi sumsum tulang (BMP) untuk mendapatkan data histopatologi (PA) dari bagian Patologi Anatomi.
• Biopsi jarum halus (Fine Needle Aspiration Biopsy/FNAB) terhadap kelenjar getah bening atau massa tumor untuk analisis sitologi keganasan
• Sitologi cairan tubuh (cairan pleura, asites, cairan otak, dsb) terhadap sel kanker dengan teknik sitospin.
• Analisis subpopulasi leukosit dengan antibodi monoklonal dengan immunofluorosensi untuk diagnosis imunologik leukemia (immuno-fenotiping) dan menilai kekebalan seluler.
• Deteksi infeksi HIV dalam darah melalui teknik ELISA dan Dipstick
• Kultur sel
• Pemeriksaan sitogenetik

3. Fasilitas Pendidikan
• Pendidikan Sp-2 konsultan

Sekretariat
Divisi Hematologi - Onkologi Medik Departemen Ilmu Penyakit Dalam
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
RSUPN Cipto Mangunkusumo
Jl. Salemba Raya no.6, Jakarta
Telepon: 021-3918301-20
Pesawat 1921 (Tata Usaha dan Poliklinik)
Pesawat 6227 (Laboratorium)
Pesawat 3714 (Sekr. Transplantasi Sumsum Tulang)
Pesawat 4223 (Kamar Steril)
Telepon langsung : 021-3162497/3919680
Faksimili : 021-3926286
E-mail : hom_fkui@yahoo.com


Divisi Ginjal - Hipertensi

PROFIL SINGKAT DIVISI
Divisi Ginjal Hipertensi berdiri sejak tahun 1964, dimulai dengan berdirinya Poliklinik Ginjal hingga menjadi Divisi Ginjal Hipertensi terbesar di Indonesia. Prof. dr. Sidabutar, SpPD-KGH adalah perintis Divisi Ginjal Hipertensi. Sekarang ini Divisi Ginjal Hipertensi dipimpin oleh dr. Dharmeizar, SpPD-KGH. Terdapat 3 macam pelayanan terapi pengganti ginjal yang dilakukan di Divisi ini, diantaranya Hemodialisis, CAPD, dan Transplantasi Ginjal. Selain pelayanan, Divisi juga aktif meningkatkan pendidikan dokter dan perawat ginjal seluruh Indonesia, dengan membuat pelatihan hemodialisis baik untuk perawat, dokter umum, dan dokter spesialis.

Divisi Ginjal Hipertensi saat ini terdiri atas 12 orang staff, 5 Tata Usaha, 34 orang perawat, 6 pekarya.



Ketua Divisi

dr. Dharmeizar, SpPD-KGH
 
Staf
Prof. dr. Wiguno Prodjosudjadi, Ph.D, SpPD-KGH
Prof. Dr. dr. Suhardjono, SpPD-KGH, KGer
Prof. Dr. dr. Endang Susalit, SpPD-KGH
Dr. dr. Imam Effendi, SpPD-KGH
Prof. Dr. dr. Parlindungan Siregar, SpPD-KGH

dr. Ginova Nainggolan, SpPD-KGH

Dr. dr. Lucky Aziza Bawazier, SpPD-KGH

dr. Aida Lydia, PhD, SpPD-KGH

dr. Maruhum Bonar H. Marbun, SpPD-KGH

dr. Pringgodigdo Nugroho, SpPD
dr. Ni Made Hustrini, SpPD

dr. Vidhia Umami, SpPD

 

Sekretariat :

Ridha Matuah, SKM

Rostati, Amd

Frestya Presiosa, SKM


KEGIATAN DI POLI DAN LOKASI
Divisi Ginjal Hipertensi terletak di Gedung CMU 1, Lantai 8, RSCM, satu lantai dengan unit Hemodialisis dan Poli CAPD. Sedangkan untuk Poli Ginjal Hipertensi terletak di Lantai 2 Poli Penyakit Dalam yang dibuka setiap Hari Senin, Rabu dan Jumat (Hari Selasa dan Kamis, on call). Untuk poli swasta, dokter-dokter konsultan ginjal hipertensi tersebut dapat ditemui di Poli Uronefro, RSCM Kencana.
Selain melayani poli, Divisi Ginjal Hipertensi juga mempunyai ruang tindakan yang melayani USG ginjal, biopsi ginjal, pemasangan kateter lumen ganda, punksi kista ginjal dan penyuntikan etanol paratiroid.

RAWAT INAP
Pasien Ginjal Hipertensi diantaranya pasien dengan penyakit ginjal kronik, gangguan ginjal akut, batu ginjal, infeksi saluran kemih yang dirawat di Gedung A, bahkan pasien rujukan dari RS lain. Dengan kasus tersering adalah hipertensi, Penyakit Ginjal Kronik dan glomerulonephritis.

KURIKULUM DAN KOMPETENSI
• PPDS (Sp-I)
Divisi Ginjal Hipertensi menerima peserta didik PPDS Departemen Ilmu Penyakit Dalam dengan tour of duty selama 9 minggu, dengan tujuan peserta didik dapat menjelaskan etiologi, patofisiologi akan masalah yang ada dan diagnosisnya, serta mampu menjelaskan, menentukan keperluan terapi dan melaksanakan pencegahan penyakit. Pada akhirnya dapat menjadi dokter spesialis penyakit dalam.
• PPDS-II/K (Sp-II)
Divisi Ginjal Hipertensi menerima peserta didik PPDS-II/ K dengan tujuan peserta didik mampu menangani segala aspek dalam bidang penyakit ginjal atau hipertensi dan keahlian khusus dalam terapi pengganti termasuk hemodialisis, CAPD dan transplantasi ginjal, serta memiliki kompetensi dalam penatalaksanaan gagal ginjal akut dan prosedur praktik. Untuk mencapai kompetensi tersebut, maka materi pembelajaran pendidikan konsultan ginjal hipertensi dilaksanakan dengan sistem modul.

Adapun modul PPDS-II/K Kekhususan Ginjal Hipertensi di Divisi Ginjal Hipertensi, yaitu:
I. Nefrologi Klinik
II. Hipertensi
III. Intervensi
IV. Dialisis
V. Transplantasi Ginjal
VI. Pendidikan dan Riset

PARTNERSHIP
• Kerja sama dengan Monash Medical Centre yang berada di Melbourne, Australia. Dibawah naungan ISN, Divisi Ginjal Hipertensi mendapatkan program beasiswa bagi 2 orang staff (dokter/ perawat) untuk mendapatkan pelatihan di Monash Medical Centre tiap tahunnya sejak tahun 1998.
• Kerja sama dengan Juntendo Medical School-Jepang dalam beberapa riset penelitian.
• Kerja sama antara Divisi Ginjal Hipertensi dengan Fresenius Medical Centre dan DEG Bank melalui Public funds German ministry for economic cooperation and development dalam program Hemodialysis Certification Scholarship Award dengan diadakannya program Pelatihan Perawat Ginjal Intensif setiap tahun.

PRESTASI DIVISI
• Renal Sister dari ISN-GO (International Society of Nephrology-Global Outreach), class A, 2011-2012.
• Renal Sister dari ISN-GO (International Society of Nephrology-Global Outreach), class B, 2008-2010.


EVENT DIVISI
Divisi Ginjal Hipertensi berperan aktif dalam event-event yang dilakukan oleh perhimpunan profesi dalam hal ini, Perhimpunan Nefrologi Indonesia/ Indonesia Society Nephrology (PERNEFRI/ InaSN), dengan mengadakan Indonesia Nephrology Forum, Jakarta Nephrology and Hypertension Course, dan Symposium on Hypertension pada bulan Mei setiap tahunnya. Event tersebut dihadiri oleh seluruh dokter-dokter di Indonesia. Selain itu juga ada Annual Meeting InaSN yang diadakan di luar Jakarta tiap bulan Oktober atau November setiap tahunnya.

KONTAK DIVISI
Divisi Ginjal Hipertensi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, FKUI/ RSCM
Gedung CMU 1, lt. 8
RSUP Nasional dr. Cipto Mangunkusumo
Jl. Diponegoro No. 71, Salemba, Jakarta Pusat, 10430
Telp. 02131930956
Telepon RSCM: 021 3918301

Telepon Langsung : 021 3141203

Pesawat (Tata Usaha) : 4412/4407

Faksimile : 021 3102868
Email: ginjalhipertensi.rscm@gmail.com

Website Seminar : www.jakartanephrologyupdate.com
 


Divisi Geriatri

PROFIL DIVISI GERIATRI

Pasien geriatri adalah pasien berusia lanjut (> 60 tahun) dengan penyakit majemuk (multipatologi) akibat gangguan fungsi jasmani dan rohani, kondisi sosial yang bermasalah.
Ciri-ciri Pasien Geriatri yaitu memiliki beberapa penyakit kronis,menurunnya daya cadangan faali, tampilan gejala penyakit tidak khas, tingkat kemandiriannya berkurang, dan sering disertai dengan masalah nutrisi.
Dengan alasan tersebut, perawatan pasien geriatri berbeda dari pasien dewasa muda. Pendekatan yang digunakan adalah Pendekatan Paripurna pada Pasien Geriatri (P3G) yang bertujuan dapat mengidentifikasi dan menilai pasien geriatri untuk tatalaksana dan target terapi yang dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Melihat berbagai aspek yang perlu dikaji pada pasien geriatri, sangat diperlukan sebuah tim dari berbagai disiplin ilmu yang bekerja secara multidisiplin dan berorientasi pada kepentingan pasien secara menyeluruh.

SEJARAH

Perkembangan Pelayanan Tim Terpadu Geriatri RSCM

Pada tahun 1996 dibentuk Tim Terpadu Geriatri yang diketuai oleh Prof. dr. Supartondo, SpPD-KEMD, KGer sesuai SK  Ketua Departemen Ilmu Penyakit Dalam. Kegiatan pelayanan berupa Poliklinik Usia Lanjut dan Diskusi Kasus Terpadu yang melibatkan beberapa Departemen lain, seperti Departemen Psikiatri, Departemen Rehabilitasi Medik, Gizi, Gigi, serta departemen terkait lainnya.

Ruang Rawat Akut Geriatri

Pada tahun 1998 dibentuk Ruang Rawat Geriatri Akut dengan kapasitas 2 tempat tidur di IRNA B lantai 6. Kemudian di tahun 1999 kapasitas tempat tidur di Ruang Rawat Akut ditingkatkan menjadi 8 tempat tidur yang terdiri dari 2 kamar masing-masing untuk pria dan wanita. Tahun 2000 kapasitas tempat tidur untuk pasien di Ruang Rawat Geriatri Akut bertambah dari 8 tempat tidur menjadi 10 tempat tidur. Pada tahun 2001 Layanan Terpadu Usia Lanjut diresmikan oleh Direktur Utama RSCM (pada waktu itu yang menjabat adalah dr. Hermansyur K., SpBD(K).
Pada tanggal 1 Juli 2005, 20 Oktober 2005 dan 27 Januari 2006 Komite Medik RSCM menyampaikan rekomendasi kepada Direktur Utama agar struktur organisasi Poliklinik Terpadu Usia Lanjut diperjelas dengan diterbitkannya Surat Keputusan Direksi.
Saat ini Ruang Rawat Akut Geriatri telah dipindahkan ke Gedung A Lantai 8 memiliki kapasitas 16 tempat tidur dalam 4 kamar, terdiri dari 2 kamar untuk pria dan 2 kamar untuk wanita. Keunikan dari Ruang Rawat Akut ini selain Tim Terpadu Geriatri inti (Penyakit Dalam Geriatri, Rehabilitasi Geriatri, Psikiatri Geriatri) berada stand by di tempat secara bersama-sama dan tidak memerlukan surat konsul satu sama lain. Di Ruang Rawat Akut Geriatri juga terdapat Ruang Fisioterapi Akut dan Ruang untuk Family Meeting serta Discharge Planning.
Ruang Rawat Akut Kronik juga dibutuhkan bagi pasien-pasien yang memerlukan perawatan panjang yang tidak bisa ditangani dengan standar ruang rawat akut.

POLIKLINIK TERPADU GERIATRI

Perjuangan untuk mendapatkan ruangan Poliklinik Geriatri pun pasang   surut. Pada tahun 1996, poliklinik geriatri dibuka sangat sederhana dengan ruangan yang sangat sempit, itupun harus berbagi ruangan antara pelayanan poliklinik dan ruangan sekretariat divisi geriatri. Kemudian diberikan tempat di depan poli jantung, hanya bertahan sekitar 1 tahun, lahan untuk poliklinik pun harus tergusur karena akan digunakan sebagai jalur hijau/ taman RSCM (sekarang digunakan sebagai UGD sementara). Setelah berjuang demi mendapatkan lahan poliklinik, akhirnya kami mendapatkan lahan sempit yaitu lorong diantara Poliklinik Kardiologi (Jantung) dan Bank Mandiri. Lorong tersebut akhirnya dipercantik menjadi Poliklinik Geriatri Terpadu yang nyaman dan multifungsi. Akan tetapi pada tahun 2007, terjadi musibah kebakaran yang menyebabkan Poliklinik harus survive dengan menumpang di Ruang Kuliah S-1 Penyakit Dalam. Dengan kesabaran para pasien poliklinik geriatri yang setia berpindah-pindah tempat, akhirnya membuahkan hasil. Atas kemurahan hati Direksi RSCM yang telah memberikan lahan di Eks Akademi Anestesi Jl. Kimia Ujung. Renovasi gedung pun dilakukan ruang - ruang kelas diubah menjadi Poliklinik Geriatri Terpadu, dan selesai pada Juli 2009.
Saat ini kegiatan pelayanan di Poliklinik Geriatri Terpadu telah diisi oleh Penyakit Dalam Geriatri, Psikiatri Geriatri, Rehabilitasi Medik Geriatri, Kulit Geriatri, Neurologi, Gigi & Mulut, serta Konsultasi Gizi. Departemen Mata, THT, dan Radiologi yang sudah komitmen untuk ikut bergabung masih menunggu ketersediaan alat dari Direksi. Pelayanan One Stop Service dalam satu atap ini sangat memudahkan pasien-pasien berusia lanjut apalagi dengan adanya petugas ASKES, outlet Farmasi, dan outlet laboratorium.
Mengingat pelayanan kesehatan pasien geriatri memerlukan continuum of care, maka peran Rumah Sakit dalam menyediakan kesinambungan pelayanan perlu ditingkatkan dengan mewujudkan day hospital (klinik asuhan siang), Ruang Rawat Kronik, dan Respite Care (tempat penitipan pasien demensia).
Day hospital/ Klinik Asuhan Siang berfungsi sebagai pelayanan peralihan pasien yang pulang dari perawatan akut hingga kembali mandiri seperti sedia kala dan mampu kontrol ke Poliklinik seperti biasa. Saat ini sedang disiapkan ruangan Day Hospital di lahan eks Akademi Anestesi yang berada di depan Poliklinik Terpadu Geriatri.
Respite Care saat ini kian dibutuhkan di Indonesia mengingat semakin meningkatnya pasien-pasien demensia yang tidak dapat ditangani oleh Panti Werdha dan tidak juga di Rumah Sakit Jiwa. Penitipan sementara pasien demensia sangat diperlukan tidak hanya bagi kesehatan si penderita tetapi terutama bagi kesehatan jiwa dan raga keluarga yang merawatnya.
Cita-cita agar RSCM menjadi Pusat Geriatri Nasional dengan seluruh fasilitas pelayanan ini diharapkan dapat terwujud dalam waktu tidak lama lagi. Hal ini dikarenakan semakin mendesaknya kebutuhan pelayanan bagi rakyat Indonesia.

Kepemimpinan Divisi Geriatri

Kepala Subbagian Geriatri, Bagian Ilmu Penyakit Dalam I
Periode tahun 1996 s/d 2000 adalah Prof. DR. dr. Harry Isbagio, SpPD-KR, KGer, FINASIM

Kepala Subbagian Geriatri, Bagian Ilmu Penyakit Dalam II
Periode tahun 2000 s/d 2004 adalah Prof. dr. Lukman Hakim Makmun, SpPD-KKV, KGer, FINASIM

Kepala Subbagian Geriatri, Bagian Ilmu Penyakit Dalam III
Periode tahun 2004 s/d 2008 adalah Dr. dr. Czeresna Heriawan Soejono, SpPD-KGer, MEpid, FINASIM

Ketua Divisi Geriatri, Departemen Ilmu Penyakit Dalam IV
Periode tahun 2008 – 2012 adalah dr. Arya Govinda Roosheroe, SpPD, FINASIM

Ketua Divisi  :
dr. Arya Govinda Rooesheroe, SpPD-KGer,FINASIM

Staf :
Dr.dr.Czeresna Heriawan Soejono SpPD, KGer, MEpid, FACP, FINASIM
Prof. Dr.dr.Siti Setiati, SpPD, KGer, MEpid,FINASIM
Dr. dr. Nina Kemala Sari,SpPD, KGer, FINASIM
dr. Edy Rizal Wahyudi, SpPD-KGer
Dr. dr. Kuntjoro Harimurti, SpPD-KGer
dr. Purwita Wijaya Laksmi, SpPD-KGer
dr. Esthika Dewiasty, SpPD
dr. Noto Dwimartutie, SpPD-KGer
dr. Aulia Rizka, SpPD

Sekretariat :
Rahmi Istanti, SKM, MARS
Sri Herawati
Irwansyah, SKom

Alamat Sekretariat :
Divisi Geriatri
Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/ RSCM
Jl. Diponegoro 71
Jakarta Pusat 10430
Telepon : 021-3918301
Pesawat 3319 (Tata Usaha)
Pesawat 6719 (Poliklinik)
Telepon langsung : 021-39100275 (Tata Usaha), 021-31902677 (Poliklinik)
Faksimili : 021-31900275
Email : geriatri_rscmfkui@yahoo.com

 


Divisi Gastroenterologi

1. VISI DAN MISI
Sejalan dengan Visi dan Misi dari RSCM serta visi dan misi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI RSCM, maka Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam RSCM memiliki visi yaitu : menjadi pusat pelayanan dan pendidikan serta penelitian di bidang Gastroenterologi dan Endoskopi Saluran Cerna yang terkemuka dan berstandar internasional pada tahun 2015.
Adapun Misi dari Divisi Gastrenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI RSCM adalah : Memberikan pelayanan kesehatan paripurna yang bermutu serta terjangkau oleh semua lapisan masyarakat khususnya dibidang Gastroenterologi dan Endoskopi  Saluran Cerna, menjadi tempat pendidikan tenaga kesehatan khususnya dibidang Gastroenterologi dan Endoskopi Saluran Cerna, serta menjadi tempat penelitian dan pengembangan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

2. Sejarah Divisi Gastroenterologi
Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI RSCM didirikan pada tahun 1963 dibawah kepemimpinan Dr. Simadibrata SpPD-KGEH. Sejak tahun 1993 - 2001, Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI RSCM dipimpin oleh Prof. Dr. dr. Daldiyono Hardjodisastro, SpPD-KGEH.  Pada tahun 2002,  Prof. dr, Aziz Rani, SpPD-KGEH memimpin Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI RSCM beberapa bulan lamanya, untuk kemudian beliau mendapat kepercayaan sebagai Kepala Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI RSCM. Dr. dr Chudahman Manan, SpPD-KGEH mendapat kesempatan memimpin Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI RSCM selama dua periode sejak 2002 – 2008. Setelah selesai mengemban tugas sebagai Ketua Departemen Ilmu Penyakit Dalam, dari tahun 2008 – 2011 Prof. dr. Aziz Rani, SpPD-KGEH kembali memimpin  Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam. Sejak bulan Agustus 2011 sampai dengan saat ini Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam dipimpin oleh Dr. dr H. Dadang Makmun, SpPD-KGEH.

3. STRUKTUR ORGANISASI



Ketua Divisi Gastroenterologi
Dr. dr. H.  Dadang Makmun, SpPD, KGEH

Staf  medik :
Prof. dr. Marcellus Simadibrata K, PhD, SpPD-KGEH, FINASIM, FACG, FASGE 
Dr. dr.  Murdani Abdullah, SpPD-KGEH, FINASIM, FACG
Dr. dr. Ari Fahrial Syam, MMB, SpPD-KGEH, FINASIM, FACP
dr. Ahmad Fauzi, SpPD-KGEH
dr. Kaka Renaldi, Sp.PD
dr. Hasan M, SpPD
dr. Amanda Pitarini U, SpPD

Staf Non Medik :
Aan Santi, SKM., MARS
Hadi Rahmat
Mimi Yulianti, SE
Jasnimar
Erlinda Mandasari

Perawat Yang Bekerja di Pusat Endoskopi Saluran Cerna (PESC) :
Br. Ramadhan, AMK
Sr. Nenih, AMK
Ns. Risa Ismadewi, SKep
Sr. Tri Ruhmatin Fitriyani, AMK,
Br. Sorich Lukmana, AMK
Sr. Zuryanah, AMK


4. FASILITAS
Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam dilengkapi  dengan berbagai fasilitas sebagai berikut :
1. Poliklinik Rawat Jalan yang terletak di UPRJ RSCM lantai II dengan waktu kegiatan utama setiap hari selasa dan kamis. Diluar hari itu, jika sangat diperlukan/mendesak kami pun memberikan pelayanan rawat jalan di tempat yang sama. Seluruh Staf Medik Divisi Gastroenterologi  Departemen  Ilmu Penyakit Dalam  juga memberikan pelayanan Rawat Jalan/Polikilinik  di RSCM Kencana dengan jadwal yang telah ditetapkan.
2. Fasilitas Rawat Inap (bersama dengan fasilitas Rawat Inap Departemen Ilmu Penyakit Dalam) di Gedung A serta di RSCM Kencana
3. Pusat Endoskopi Saluran Cerna (PESC)
4. Ruang staf medik dan staf administrasi Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam yang dilengkapi dengan ruang  rapat.

5. KEGIATAN
Sebagai bagian dari RSCM yang merupakan Rumah Sakit  Pendidikan,  maka kegiatan Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam RSCM meliputi kegiatan pelayanan, pendidikan serta penelitian.

a. Pelayanan
Divisi Gastroenterologi Departemen  Ilmu Penyakit Dalam memberikan pelayanan dibidang Gastroenterologi berupa pelayanan rawat jalan, pelayanan rawat inap, konsultasi internal Departemen Ilmu Penyakit Dalam dan antar Departemen di RSCM serta tindakan Endoskopi Saluran Cerna yang dilakukan di Pusat Endoskopi Saluran Cerna RSCM maupun di ruang prosedur endoskopi Digestive Cluster RSCM Kencana.
b. Pendidikan
Sejalan dengan Visi dan Misi RSCM sebagai Rumah Sakit pendidikan maka Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam melaksanakan kegiatan pendidikan yang meliputi :
- Pendidikan S-1 Kedokteran
- Pendidikan Dokter Spesialis- I  Ilmu Penyakit Dalam
- Pendidikan Dokter Spesialis- II/Konsultan Gastroenterohepatologi (KGEH)
- Training/Pelatihan Endoskopi Saluran Cerna  untuk Spesialis Penyakit Dalam dan
  Dokter Spesalis lain yang bekerja di bidang Endoskopi Saluran Cerna.
- Training Perawat Endoskopi Saluran Cerna
c. Penelitian
Berbagai penelitian telah banyak dilakukan dilingkungan Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam yang meliputi penelitian yang berbasis ilmu dasar maupun penelitian yang berbasis klinis. Penelitan-penelitan tersebut umum nya dilakukan secara mandiri,  hibah maupun yang di sponsor oleh institusi terkait. Adapun penelitian-penelitian yang telah dilakukan maupun yang sedang dilakukan dalam 4 tahun terakhir (yang sudah dipublikasikan maupun yang belum dipublikasikan) adalah sebagai berikut :

Publikasi Hasil Penelitian di Jurnal Internasional/Event Internasional

No Judul
1 The Value of Fecal Tumor M2
Pyruvate Kinase as a Diagnostic Tool for Colorectal Cancer Screening
2 A Questionnaire-Based Survey on Screening for Gastric and Colorectal Cancer by Physicians in East Asian Countries in 2010
3 Knowledge of, attitudes toward, and barriers to participation of colorectal cancer screening tests in the Asia-Pacific region: a multicenter study.
4 Fecal Calprotectin Level in Inflammatory Bowel Disease (IBD) and Noninflammatory Gastrointestinal Disease









Publikasi Hasil Penelitian di Jurnal Nasional/Event Nasional

No Judul
1 Epstein-Barr Virus Inferction as One of the Predisposition Factor for Colorectal Cancer
2 The Difference Expressions of EBNA-1 in Epstein-Barr Virus Infection in Low and Hogh Grade Colorectal Carcinoma
3 Identification and Stenting of Malignant ObstructiveJaundice: Determining the Success Rates of ERCP
4 Upper Gastrointestinal Endoscopic and Histopathological Findings in Patients with Dyspepsia
5 Mortality Risk Factors in Acute Upper Gastrointestinal Bleding
6 Acupuncture in the Management of Functional Dyspepsia
7 Proximal Jejunal Diverticle: Cause of Upper Gastrointestinal Bleeding
8 Through-the-scope Polyethylene Balloon Dilations in Benign Corrosive Esophageal Stricyure Complicated with Temporomandibular Joint Dislocation
9 The Role of PUFA on Gastric Mucosal Intergrity in Macaca nemestrina with Obstructive Jaundice
10 Proportion and Factors Associated with Zinc Deficiency in Acute Diarrhea Patients in Hospitals
11 The Use of Immunochemical Fecal Occult Blood Test (I-FOBT) As A Tool Of Colorectal Cancer Screening In Asymptomatic Populations In Indonesia
12 Usefullness of the Gastro-esophageal Reflux Disease Questionnaire using Bahasa Indonesia in Indonesia: A Language Validation Survey
13 Molecular Pathophisiology of  gastric mucosal lesions in Chronic Systemic Hypoxia: Overview of Expression Hypoxia Inducible Factor-1α, Heat Shock Factor and Heat Shock Proteins
14 Coverage of Adhesion Area of Sucralfate on Gastric Mucosal Injury : an Open Study
15 KRAS Mutation and BAT-26 (Microsatellite Instability) in Young Indonesia Colorectal Cancer Patients
16 Enhanced Asian Functional Bowel Disorders-Rome 3 Questionnaires (EAR3Q):
Translation and Validation in Indonesian Language

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TABEL DAFTAR PENELITIAN YANG SEDANG BERLANGSUNG / BELUM SELESAI / ON GOING RESEARCH (JANUARI – Desember 2012)

No Judul Riset
1 Fucoidan’s Effect on Gastric Mucus Thickness in Chronic Gastritis Patient in Indonesia
2 Suplementasi Seng Pada Pasien Dewasa dengan Diare Akut Di Rumah Sakit dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya
3 Effect Of Dlbs2411 On Gastric Ph Regulation In Healthy Volunteers
Comparison With Placebo
4 Manfaat Sepang (Claoxilon Polot Merr) Pada Mortalitas Saluran Cerna: Studi Terhadap Produksi Hormon Glucagon-Like Peptide-1 (GLP-1) Pada Mencit Diabetes
5 Clinical Efficacy & Safety of Gasmotin in Functional Dyspepsia Patients
6 Perubahan Tren Demografi Pasien Kanker Gastrointestinal di RSCM, 2002-2011
7 Faktor Prediktor Terjadinya Kolitis Radiasi Pada Pasien-pasien Kaganasan di Daerah Pelvis yang mendapat Radioterapi
8 Post ERCP Pancreatitis Dan Faktor-faktor Yang Berhubungan

 

 

 

 

 

 

 

 


6. PUSAT ENDOSKOPI SALURAN CERNA (PESC)
Sebagai salah satu kegiatan pelayanan pokok Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Endoskopi Saluran Cerna telah dimulai dilaksanakan di RSCM sejak tahun 1967, dimulai dengan pelayanan di ruang prosedur endoskopi yang sederhana dengan peralatan yang terbatas. Perlahan-lahan kegiatan endoskopi ini semakin berkembang baik dari segi jumlah pelayanan, jenis pelayanan serta peralatan endoskopi dan asesorisnya. Hal ini tidak lepas dari peranan yang sangat besar dari Pimpinan Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI RSCM sejak dari pertama sampai dengan saat ini, serta dukungan yang sangat besar dari para kepala Departemen Ilmu Penyakit Dalam dan jajaran Direksi RSCM. Saat ini, sejak tahun 2011 kegiatan pelayanan endoskopi saluran cerna (termasuk juga pendidikan dan penelitian dibidang Endoskopi Saluran Cerna  dipusatkan di Pusat Endoskopi Saluran Cerna)  yang secara operasional mulai menjalankan aktifitas nya pada bulan  April 2011.

  Pusat Endoskopi Saluran Cerna   Ruang Pendaftaran  PESC
   
  Pengkajian Keperawatan di Ruang Pre–Tindakan   Salah Satu Tindakan ERCP Yang Dilakukan Di  PESC
   
   
  Kegiatan Dekontaminasi di  PESC   Pelatihan Penggunaan Defibrilator Untuk Perawat PESC


Berbagai pelayanan tindakan Endoskopi Saluran Cerna (yang meliputi tindakan Endoskopi Diagnostik maupun Terapeutik) yang dilakukan di Pusat Endoskopi Saluran Cerna saat ini adalah sebagai berikut :

PELAYANAN YANG TERSEDIA DI PESC

No Nama Tindakan
1 Esofagogastroduodenoskopi
2 Kolonoskopi
3 Rectosigmoidoskopi
4 Savary Baogie
5 Polipektomi SCBA
6 Polipektomi SCBB
7 Hemostatis SCBA
8 Hemostatis SCBB
9 ERCP Diagnostik
10 ERCP + Sprinterotomi
11 ERCP + Extraksi batu
12 ERCP + Sprinterotomi + Stent
13 PEG (SCBS)/ Gastrotomi
14 Ekstraksi benda asing di SCBA
15 Ekstraksi benda asing di SCBB
16 Pemasangan Flocare
17 Ligasi VE
18 STE VE Histoacryl
19 Skleroterapi Varises Esofagus
20 Businasi Hurtz (akhalasia)
21 Hemorhoid Kontrol (Anuskopi)
22 STE Hemoroid
23 UBT
24 Manometri
25 PH Metri
26 Enteroskopi: Double Baloon
27 EUS Diagnostik
28 EUS Terapeutik
29 Kapsul Endoskopi
30 Pemakaian APC
31 Dilatasi Balon

7. EVENT TAHUNAN
- Setiap tahun diadakan satu simposium bertaraf International yang dilaksanakan pada bulan September  yaitu INDONESIAN DIGESTIVE DISEASE WEEK IDDW  &  INTERNATIONAL ENDOSCOPY WORKSHOP (IDDW) yang selalu dilaksanakan setiap bulan September.
- Hands On Workshop Gastrointestinal Endoscopy, tahun ini akan dilaksanakan pada bulan November 2012
Kedua event tahunan tersebut dilaksanakan dalam kerjasama dengan Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PGI) serta Perhimpunan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia (PEGI).


DIVISI GASTROENTEROLOGI
Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/ RSCM
Jl. Diponegoro 71
Jakarta Pusat 10430

Telepon: 021-3153957
Pesawat 3316/3321
Telepon: 021-31905031 (Ruang Endoskopi)
Pesawat 3121 (Ruang Endoskopi)
021-3148681 (Pusat Informasi)
Faksimili : 021-3142454
Email : Gastroenterologi.RSCM@gmail.com


Divisi Alergi - Imunologi Klinik

Divisi Alergi dan Imunologi Klinik merupakan bagian dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM yang turut berkomitmen menjadi pusat pelayanan, pendidikan, dan penelitian di bidang Alergi dan Imunologi Klinik yang terkemuka dan berstandar Internasional pada  2015.

Layanan diberikan secara holistik (memperhatikan aspek bio-psiko-sosial) serta komprehensif (pencegahan, kuratif, dan rehabilitatif). Pasien yang ditangani meliputi berbagai penyakit yang berhubungan dengan kelainan sistem imun yaitu:
•    Penyakit alergi : Asma bronkial, rinitis alergi, dermatitis atopi, urtikaria, angioedema, alergi makanan, dan alergi obat. Pasien dapat datang dengan keluhan batuk kronik, sesak napas, bersin pagi hari, gatal-gatal dan ruam di kulit, serta bengkak di bibir atau di wajah.
•    penyakit autoimun (penyakit akibat sistem imun menyerang sel tubuh sendiri), contoh:  Lupus eritematosus sistemik, vaskulitis (peradangan pembuluh darah). Pasien dapat datang dengan keluhan demam lama, bintik-bintik merah di tangan atau kaki, bercak merah di wajah bila terkena sinar matahari, luka di kaki yang tidak sembuh, pandangan mata kabur mendadak, lemas, riwayat perdarahan, kelainan sel darah, dan kelemahan kaki.
•    Kondisi imunodefisiensi (penurunan sistem imun): primer atau sekunder. Pasien dapat datang dengan keluhan demam lama, infeksi berulang, atau ruam-ruam/bercak-bercak merah di kulit, dan lain-lain yang berhubungan dengan sistem imun.
•    Individu yang ingin mendapat imunisasi, antara lain karena akan bepergian ke luar negeri, memiliki pekerjaan berisiko (petugas kesehatan), menderita penyakit kronik (seperti jantung, paru, atau gagal ginjal), usia lanjut, perempuan usia reproduktif, atau pasangan yang ingin menikah

Fasilitas Pelayanan meliputi:
1. UNIT RAWAT INAP
2. UNIT RAWAT JALAN
Layanan dilakukan setiap hari dan jam kerja. Lokasi:  Gedung Instalasi Rehabilitasi Medik lantai 4. Layanan unit rawat jalan meliputi:
a. Pemeriksaan diagnostik
•    Uji  faal paru (spirometri) antara lain untuk mendiagnosis adanya asma bronkial
•    Tes tusuk (prick test): mengetahui adanya sensitisasi terhadap suatu zat yang menyebabkan alergi
•    Tes tempel (patch test) untuk mengetahui adanya reaksi hipersensitivitas tipe 4
•    Uji provokasi obat oral (minum) atau suntik: mengetahui adanya hipersensitivitas terhadap suatu obat dan pada kondisi tertentu dapat memberikan alternatif pilihan obat
b. Terapi Inhalasi: pada serangan asma akut
c. Layanan Imunisasi Dewasa
- konsultasi & pemberian vaksinasi dewasa
- perorangan maupun perusahaan
d. Layanan Imunologi: penyakit autoimun, imunodefisiensi,
e. Layanan Penyakit Alergi: asma bronkial/penyakit atopi (alergi) lain
f. Klinik alergi obat dan anafilaksis


PENDIDIKAN
Divisi Alergi-Imunologi Klinik terlibat dalam pendidikan S1 Kedokteran Umum, Program Pendidikan Dokter Spesialis I Penyakit Dalam, dan Pendidikan Profesi Dokter Spesialis-II/Konsultan.
Staf Divisi Alergi-Imunologi Klinik  telah menulis beberapa buku yang dapat mendukung pendidikan di bidang ilmu penyakit dalam, seperti Imunologi Dasar, Alergi Dasar, Pedoman Imunisasi Pada Orang


PENELITIAN
Divisi Alergi-Imunologi Klinik melakukan berbagai penelitian yang berhubungan dengan sistem imun, meliputi penyakit alergi, autoimun, dan imunodefisiensi.  Penelitian dapat berupa penelitian operasional, basic science, clinical trial, atau epidemiologi
Penelitian bertujuan untuk mengembangkan ilmu dan pelayanan di bidang alergi-imunologi klinik.
Divisi Alergi-Imunologi Klinik telah menghasilkan penelitian-penelitian yang dimuat dalam berbagai jurnal nasional dan internasional.

ORGANISASI

Ketua Divisi:
Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD-KAI
 
Staf:
Prof. Dr. dr. Heru Sundaru, SpPD-KAI
Prof. Dr. dr. Samsuridjal Djauzi, DTM&H,  SpPD-KAI, FACP 
dr. Teguh H. Karjadi, SpPD-KAI
Dr. dr.  Evi Yunihastuti, SpPD-KAI
dr.  Sukamto, SpPD-KAI
dr.  Alvina Widhani, SpPD

Sekretariat:
Enna Melina, S.Ssi
Upi Fitria Diana, SKom
Tini Rohmani
Yunus Gozali

DIVISI ALERGI-IMUNOLOGI KLINIK
DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT DALAM
FKUI/RSCM
Sekretariat

Gedung H5 lantai 3
JL. Diponegoro no 71 Jakarta Pusat 10430
Telp: 021-3904546/3141160/31902822 Fax: 021-3904546
Pesawat : 1876/1875

Poliklinik Alergi-Imunologi Klinik
Gedung Instalasi Rehabilitasi Medik RSCM lantai 4
Telp 0213918301 ext 6608; 02193423132
Fax: 021-3904546
Email : alergi@centrin.net.id
Website Seminar : www.jacinetwork.org

 


     
Copyright Department of Internal Medicine, RSCM/FKUI, 2009-2014
Web modified by dr. Peter "Cloud_str" Pratama